Informasi Seputar makhluk Astral Terlengkap

Menjelajah Alam Genderuwo, Secara Sukmawi atau Ragawi?

Alam genderuwo tidak terlepas dari pikiran atau bayangan kita, ketika kita mendengar cerita bahwa seseorang telah menerobos ke dalam alam gaib. Kemudian di benak kita pasti akan bertanya, “Apakah mereka nyata pergi ke alam gaib dan bertemu dengan genderuwo? Ataukah hanya sukma atau jiwanya saja?” Ya, pertanyaan ini sungguh wajar muncul di benak kita ketika ada permasalahan tentang berbagai hal gaib.

Sebenarnya, kita dapat mengunjungi alam genderuwo dengan dua cara. Lewat sukma bisa, lewat raga pun bisa. Namun yang paling banyak dilakukan orang adalah menjelajah alam genderuwo secara sukmawi. Secara sukmawi berarti bahwa sukma dari orang tersebut masuk ke dalam alam genderuwo sedangkan raganya atau tubuhnya masih dalam dunia manusia atau dunia nyata. Raga yang ditinggalkan oleh sukma itu sama persis seperti orang yang tengah tertidur, bahkan lebih lelap daripada orang tidur seperti biasanya. Meskipun secara sukmawi mereka masuk dalam alam gaib, termasuk alam genderuwo, hal-hal yang bisa dilihat bisa nampak lebih jelas dibanding hanya sekedar mimpi. Suasananya akan nampak terang dan jelas dibanding alam mimpi namun sedikit lebih kabur dibanding alam nyata. Meskipun jasad masih berada dalam alam manusia, yang merasakan raganya masih mengikuti sukmanya sehingga nampak lebih jelas daripada mimpi.

SERAMKetika menjelajah alam genderuwo, yang dilakukan pertama kali adalah duduk tafakur dengan penuh konsentrasi. Setelah tenang dan hening, penuh konsentrasi maka seseorang ini kan merasakan kelembutan sinar disekitarnya. Sinar inilah yang menandakan bahwa ia sudah tidak berada di alam nyata lagi. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika seseorang memasuki alam genderuwo, yaitu tempat yang digunakan untuk tafakur harus sepi dan tidak ada manusia lainnya. Selain itu tempat tafakur juga tidak diperbolehkan ada sinar lampu atau cahaya lainnya yang masuk karena genderuwo dikatakan alergi terhadap cahaya. Bahkan kabarnya bila yang akan ditemui adalah genderuwo yang sudah senior/ tua ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratannya juga bermacam-macam dan berlainan, ada yang berupa kembang tujuh rupa, kemenyan, ada bangkai hewan (ayam, tikus, kambing, dll) serta ada pula yang membawa buah-buahan. Yang paling ekstrim adalah darah atau sate burung gagak, karena sate burung gagak adalah makanan favorit bagi para genderuwo.

Pada hakikatnya genderuwo itu tidak ingin bertatapan langsung dengan manusia yang tidak dikehendakinya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya mereka malu dengan bentuk mukanya dan fisiknya yang tidak sempurna atau istilahnya menyeramkan. Hampir delapan puluh persen penjelajahan genderuwo menggunakan sarana sukmawi, bukan ragawi karena alasan tersebut diatas. Seseorang akan berhasil memasuki alam genderuwo setelah berhasil memisahkan antara sukma dan raganya dengan penuh konsentrasi dan ketenangan. Bila ada orang yang mampu menjelajah alam genderuwo secara sukmawi dan ragawi maka hal itu hanya bisa terjadi apabila genderuwo itu menghendaki bertemu manusia tersebut. Genderuwo akan menarik, menyentuh dan memegangi orang tersebut sehingga secara tiba-tiba ia bisa lenyap. Namun bila sukmanya telah terlepas dari sentuhan genderuwo, secara otomastis manusia ini kembali lagi ke alam nyata. Entah bagaimana kuasanya namun sesungguhnya genderuwo memang benar adanya dan kita sebagai makhluk Allah juga harus mengakui dan menghargai keberadaan makhluk Allah yang lainnya, termasuk genderuwo sebagai makhluk selain golongan manusia.

1,556 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • cerita bokep dengan makhluk halus
  • cerita dewasa dengan makhluk halus
  • cerita dewasa kisah seks alam gaib
  • cerita di perkosa mahluk halus
  • Cerita ngenrot dengan mahluk gaib
  • cerita seks dunia jin
  • kisah diperkosa di alam gaib
  • kumpulan cerita seks gaib jin