Informasi Seputar makhluk Astral Terlengkap

kepopuleran Keris Nagasasra dan sejarahnya

Keris Nagasasra

Mengapa Populer..??

keris-nagasasra

“Nagasasra”, itulah penamaan dari suatu bilah keris yang sangat populer di dalam masyarakat Jawa. Masyarakat mengetahuinya dengan sebutan “keris Nagasasra”. Penyebutan demikian memang tidak salah, karena orang menyebutkan suatu keris dengan penamaan dari dhapurnya. Misalnya, keris Tilamupih. Se benamya keris itu adalah bilah yang bentuknya menggunakan penerapan dhapur Tilamupih. Demikian pula dengan sebutan keris Nagasasra .

Tidak lain adalah bilah keris, yang menggunakan penerapan dhapur Nagasasra .

Nama dari keris yang populer di dalam masyarakat, tidaklah sedikit. Misalnya, nama keris Kyai ulanggeni atau Kyai Setankober. Kedua keris tersebut cukup dikenal, karena memiliki kaitan dengan media sosial, yang digunakan untuk memperkenalkan nama itu kepada masyarakat. Nama keris Kyai Pulanggeni, banyak dikenal oleh anak-anak dan penduduk (terutama yang laki-laki), karena menjadi senjata dar Raden Arjuna, yang jalan ceriteranya banyak digemari oleh masyarakat, sering ditayangkan di dalam lakon pewayangan. Demikian pula dengan nama keris Kyai Setankober, banyak dikenal oleh masyarakat karena termuat di dalam ceritera tradisional ¥ang menjadi bagian dari ceritera rakyat masyarakat Jawa.

Meluasnya popularitas dari nama keris Nagasasra di kalangan masyarakat, tentu tidak terjadi dengan

sendirinya. Sebenarnya nama keris itu merupakan bagian dari kisah tradisional Jawa yang termuat di dalam babad, seperti “Babad Demak”. Namun tidaklah sepopuler nama keris-keris terse but di muka, karena tidak tumbuh menjadi ceritera rakyat dan tidak memiliki media sosial lainnya di dalam pentas seni. Sehingga nama keris Nagasasra tidak banyak dikenal oleh masyarakat umum. Barn sejak dekade

tahun 1970-an, nama tersebut mulai dikenal dan akhirnya cukup populer, di dalam masyarakat.

Mengapa nama keris itu kemudian dapat menjadi sedemikian populer? Di dalam khasanah keris-keris Jawa, terdapat ratusan nama dhapur keris; namun mengapa nagasasra merupakan salah satu dhapur keris yang kemudian berhasil dikenal secara baik oleh masyarakat ?

Menurut berbagai pengamatan, hal tersebut tidak dari berbagai faktor pendukung, di antaranya:

A. Popularitas nama keris Nagasasra,

diperkirakan karena ditopang oleh banyaknya anggota masyarakat dan generasi muda dekade tahun 1970-an, yang mengenal akan penyebutan nama keris itu. Terkenalnya nama tersebut, tidak lain karena sejak tahun 1964, SH Mintardja (Yogyakarta) telah menuliskan ceritera silat yang berjudul “Nagasasra Sabukinten”. Ceritera itu mengambil latar dari terjadinya persaingan kekuasaan dan intrik politik .

antara trah Sedalepen dan kelompok-kelompok pendukung trah Sunan Prawata yang berlangsung

selama akhir pemerintahan Sultan Trenggana di Demak. Penulis mengisahkan bagaimana proses

perkembangan ilmu, kematangan sikap dan perjuangan dari tokohnya yang bernama Mahesa Jenar dan muridnya yang bernama Arya Salaka, untuk kembali memperoleh kredibilitasnya sebagai perwira bayangkari di Kasultanan Demak. Berkat jaringan politik dan kembalinya keris Nagasasra dan Sabukinten (yang hilang dari perbendahaaraan Negara karena ulah Pasingsingan dan para muridnya), akhirnya berakhir dengan suatu keadaan yang happy ending. Ceritera ini dikenal luas karena dimuat secara berseri di surat kabar harian “Kedaulatan Rakyat” (Yogyakarta), dan setelah itu diterbitkan sekitar 30 jilid.

B. Tampilan keris dengan penerapan dhapur Nagasasra,

umumnya memang berhasil banyak menarik perhatian. Dibandingkan dengan pelbagai bentuk dhapur keris lainnya, keris terlihat cukup sederhana (dalam pengertian tidak terlalu banyak memiliki ragam ricikan). Keberadaan relief naga yang badannya (pethit) memanjang ke segenap mata bilah dari bagian bawah (sor-soran) hingga ujungnya (pucukan), telah mampu memikat siapapun yang melihatnya. Belum lagi, jika kemampuan garap-nya bagus, tampilan hias pamor-nya menarik, diperkaya dengan pelbagai ragam hias seperti lung-lungan kinatah, serta diperkuat dengan pelbagai pengayaan dengan logam mulia. Daya pikat yang sedemikian, sering kali menyebabkan keris ber-dhapur demikian, hanya mampu bertahan sehari atau dua hari saja, jika dipaj ang di pasar keris (tradisional).

Biasanya langsung akan dibeli oleh mereka yang berminat. 3 Yang masih banyak tersedia di pasar-pasar keris, biasanya adalah keris dhapur Nagasasra yang baru (keris enggalan), karena selalu dijoki (dipasok secara t eratur). Sedangkan keris-keris kuno, biasanya sulit diperoleh karena cepat laku.

C. Menariknya tampilan dari keris dengan penerapan

dihapur N agasasra, menye babkan hampir semua empu besar sejak jaman Majapahit hingga Mataram,

umumnya mem-babar bentuk dhapur tersebut .

Setidaknya menciptakan keris – keris dengan variasi relief nag Keris yang dibuat oleh para empu terkenal, biasanya memiliki kredibilitas yang tinggi, dari kemampuan garap maupun muatan isi (yoni) yang besar. Keris-k-eris demikian menjadi semakin dikenal,

karena umumnya diburu oleh masyarakat.

Banyak keris dengan dhapur Nagasasra yang masih berada di “alam”, dan kemudian memiliki pengaruh terhadap sesuatu tern pat yang bersangkutan ( dimana keris itu berada), a tau kemudian banyak anggota masyarakat yang berusaha untuk me-nyedhot-nya. Misalnya, keris buatan seorang empu terkenal di Mataram, yakni Ki Warihanom, hingga akhir tahun 2001, dianggap masih berada di alam. Sehingga banyak orang yang pada malam Jum ‘at Legi atau Selasa Legi yang melakukan tirakat di kompleks Kahyangan Api (alas Dhedheran) Bojanegara, 4 dengan harapan akan dapat mengambilnya. Menurut ceritera tutur, keris dibuat di tempat itu, dan pernah ditarik oleh seorang dhalang namun menolak, dan kemudian lari ke daerah Panaraga.

296 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • cerita seks horor
  • Cerita sek jaman maja pahit dgn kontol gede